Saturday, January 4, 2014

Gading Serpong-Salatiga

Dini hari, 22 Desember 2013
Selepas pukul 4.30 pagi, setelah mengatasi semuanya tanpa kericuhan -- koper, oleh-oleh, hadiah masuk bagasi, snack masuk barisan tengah, jaket anak-anak siap, demikian juga sandal mereka -- berangkatlah kami.

Langit masih gelap. Saya bersyukur. Karena saya jadi sempat menyaksikan keindahan permainan lampu yang ditata apik di sepanjang blok Kantor Pemasaran Paramount-Hotel Atria-Ruko PDA. Beberapa hari sebelumnya saat melintas di situ, saya sudah lihat kawat-kawat sedang dipasang, membentuk pohon-pohon natal, kereta, rusa, manusia salju, dan ornamen-ornamen natal lainnya. Saya amat penasaran seperti apakah gerangan kawat-kawat ini ketika sudah diselaputi cahaya. Ternyata sungguh indah. Good job, Paramoun Landt! Maaf ya, selama ini saya sering mencela seleramu dalam mengiklankan diri, sekarang dirimu membuktikan bahwa kau bisa tampil elegan juga, kayak kompetitormu di Gading Serpong ini. :p

Lukisan cahaya dari balik dashboard mobil kami
Rutinitas tiap pergi ke luar kota saat hari masih dini, adalah mampir di McDonald's untuk membeli sarapan kebangsaan: English Muffin! Setelah itu, meluncurlah kami melewati tol Janger-tol dalkot-hingga Cikampek. Lancar.

Subang-Indramayu-Cirebon juga lancar. Turun sebentar di Indramayu menanyakan harga mangga, waks, harganya malah lebih mahal dibandingkan di pasar. Ga jadi, ah. Trus singgahlah di Brebes untuk membeli telur asin. Pukul 12 kurang kami sampai di Tegal. Waktunya makan siang. Ingin mengulang kebiasaan, kami mampir di restoran Indah nan vintage ini (tidak halal): 

RM Indah - Tegal, foto tahun 2012, Kimi masih sangat imut
Sepertinya ini akan jadi kunjungan terakhir kami, harganya kok jadi makin ga ramah. Sepiring tumis kangkung polos diharga Rp17rb, kolobak 40ribuan, sup asparagus 40ribuan. Serasa makan di Jakarta, nasi dan minumannya juga harganya sama dengan rumah makan di Jakarta. Porsinya ga besar padahal.

Lalu jalan mulai tersendat di daerah Pemalang-Pekalongan. Terus, hingga kami melintasi Batang, Weleri, Kendal, Semarang akhirnya. Lagi-lagi tersendat di Ungaran. Ah, klasik banget ini permasalahan jalan antara Semarang-Salatiga. Terakhir lewat sini bulan Juli lalu macet, sekarang kok, belum sembuh juga.

Akhirnya, jelang pukul 7 malam, dalam kondisi semua kebelet pipis dalam antrian panjang menanjak di Ungaran, kami pun berhenti di sebuah resto bernama 4U. 
4U. For You. Foto hasil menculik ;).
Masakannya menurut saya enak. Kami pesan sup tomyam, tahu baxo (demikian orang Ungaran dsk membahasakan makanan yang berwujud tahu diisi adonan bakso), lumpia, nasi goreng, enak semua. Entah karena lapar atau dingin. Tapi benar sungguh, masakannya decent. Nampaklah seorang ibu separuh baya yang sibuk di dapur belakang. Beberapa kali si enci yang cantik ini berjalan ke arah minimart depan yang dijaga oleh anak-anak gadisnya, membawa tahu baxo, lumpia, yang belum digoreng. Tahu baksonya saya suka, yum!

Sekitar pukul 8, tiba kami di Salatiga. Perjalanan yang lumayaaaan panjang, namun tak ada kesulitan berarti. Anak-anak ceria, tidak ada yang rewel, Kimi bahkan melewatkan lebih dari 2/3 perjalanan dengan tidur lelap di kursi belakang.

Setelah lelah berlalu
Tanggal 24 kami bermaksud main ke Lapangan Pancasila, namun ternyata lapangan sedang disterilkan untuk acara ibadah Natal bersama bagi umat kristiani se-Salatiga.
(Hampir) tiap 25 Desember pagi-pagi sekali, selalu digelar ibadah Natal bersama di lapangan yang jadi alun-alun kota sejuk ini. Kabarnya, tahun ini yang datang sekitar 12 ribu orang dari 70-an gereja se-Salatiga. Saya pernah ikut sekali, tahun 2005. Khusyuk dalam dingin, damai terbit dalam hati memandangi lilin-lilin yang terangkat menghangatkan pagi.
Terpesona, karena persis di sisi barat alun-alun, berdiri megah Mesjid Agung Salatiga. Terharu ketika subuh datang, tak terdengar azan berkumandang. Apa artinya? Toleransi yang besar.
Tulisan salah seorang kompasioner ini bercerita tentang istimewanya kota Salatiga. Salatiga memang betul de schoonste stad van midden Java - kota tercantik di Jawa Tengah.


Iritisasi.  Lapangan Pancasila, 25 Desember, usai ibadah Natal bersama


Gelembung-gelembung di Lapangan Pancasila
Laki-laki penjaja gelembung, memikat hati dua bocah cilik yang memandangnya tak jemu.
Ronde jago
Ronde terenak ke-2 di dunia, kata teman saya. *tapi no.1-nya belum ketemu*
Ayo, terbanglah gelembungku
Terbang, melayanglah, agar aku mengejarmu


2 comments :

  1. Nama saya Dewi Rumapea, saya dari Indonesia, tolong dengarkan, beberapa pemberi pinjaman di sini tidak bersedia untuk membantu Anda, semua yang mereka inginkan adalah untuk merobek Anda uang Anda sulit diperoleh, hal yang paling penting adalah menerapkan untuk perusahaan yang sah.. Suami saya dan saya, mencari pinjaman dari kreditur yang berbeda online tapi pada akhirnya, kami ditipu dan merobek uang kita tanpa mendapatkan pinjaman kami dari perusahaan-perusahaan pinjaman yang berbeda secara.
    Kami bahkan meminjam uang untuk membayar pemberi pinjaman ini online tapi pada akhirnya, kita punya apa-apa.
    Suami saya dan saya berada di utang, dan kami tidak punya satu untuk lari ke bantuan, bisnis keluarga kami hancur dan kami di mana tidak bisa mendapatkan uang untuk memenuhi biaya sehari-hari sampai kami diperkenalkan kepada Ibu Glory yang membantu kami dengan menawarkan kita jumlah pinjaman tanpa jaminan dari 500 juta tanpa agunan.
    Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana untuk mencapai Ibu. Glory atau mengikuti prosedur pinjamannya, hubungi saya melalui email saya: dewiputeri9@gmail.com
    Atau Anda dapat mengirim email ke Ibu Glory ke: gloryloanfirm@gmail.com

    ReplyDelete
  2. Saya sangat bersyukur kepada Nyonya Iskandar Lestari karena telah memberi saya pinjaman sebesar Rp700.000.000,00 saya telah berhutang selama bertahun-tahun sehingga saya mencari pinjaman dengan nilai kredit nol Semua menolak saya karena rasio kredit saya yang tinggi dan rendahnya kredit Sejarah ISKANDAR LESTARI LOAN FIRM di salah satu blog saya menghubungi Ny Iskandar Lestari melalui konsultan kredit via email: iskandalestari.kreditpersatuan @ Gmail.com dengan keyakinan bahwa pinjaman saya diberikan pada AWAL 2017 dan semoga ini datang jauh-jauh. Usaha bisnis yang patut ditiru, saya tidak dapat mempertahankan ini untuk diri saya jadi saya harus memulai dengan membagikan kesaksian perubahan hidup ini yang bisa Anda hubungi Ibu Iskandar.
    Melalui email: iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com atau melalui dia
    BBM INVITE: {D8980E0B}

    ReplyDelete